Sunday, August 23, 2015

0 Tersenyumlah Dengan Hatimu...

TERSENYUMLAH DENGAN HATIMU, DAN KAU AKAN MENGETAHUI BETAPA DAHSYAT DAMPAK YANG DITIMBULKAN OLEH SENYUM MU...


Kisah ini di kirim oleh Mahasiswi asal Indonesia yang bermukim di Jerman, demikian layak untuk dibaca dan direnungkan.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kwalitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyuman kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.

Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah  bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya fikir, tugas ini sangatlah mudah . Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus.

Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. 

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, menddak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya pun ikut menyingkir keluar dari antrian. 

Suatu ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir??

Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat dibelakang saya, berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!!!

Saya bingung dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki2 yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. 

Ia menatap ke arah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima “kehadirannya” di tempat itu. Ia menyapa “Good Day” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membal;as senyumannya, dan seketika teringat oleh saya “tugas” yang diberikan oleh dosen. Lelaki kedua sedang meminkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defiensi mental dan lelaki dengan mata biru adalah “penolong” nya. 

Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka, dan kami bertiga tiba-tiba saja sudah sampai di depan counter. Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan “kopi saja, satu cangkir nona.”

Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya dan pasti juga melihat semua “tindakan” saya. 

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan pa yang akan ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bermata biru itu, sambil saya berucap,”makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata,”Terima Kasih banyak, nyonya”

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata,”Sesunggunya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.”

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa manahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. 

Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.

Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata,”Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-anakku!”

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena ‘bisikan-Nya’ lah kami telahj mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu lainnya, mereka satu-persatu menghampiri meja kami, untuk sekadar ber’jabat tangan’ dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap,”Tanganmu telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada di sini, jika suatu saat saya diberi kesempatan oleh-Nya, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.

Saya hanya bisa berucap,”Terima Kasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran, saya sempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikan tangannya ke arah kami.

Dalam perjalan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terfikir oleh saya. 

Pengalaman itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang Tuhan itu sangan HANGAT dan INDAH sekali!’

Saya kembali ke kampus, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini di tangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen. Dan keesokan harinya, sebelum mulai kuliahnya, saya dipanggil dosen ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata,”Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswa pun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah-olah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper.

Tersenyumlah dengan’HATI-MU’ dan kau akan mengetahui betapa “DAHSYAT” dampak yang ditimbulkan oleh SENYUMAN itu.

Dengan cara-NYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam trerakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah dapatkan di bangku manapun yaitu “PENERIMAAN TANPA SYARAT.


0 Lebih Berat!!!!

Alkisah ada seorang murid kerjanya mengeluuuuhhhh terus sepanjang perjalanan karena disuruh gurunya menggendong sebuah keranjang berisi buah dan sayur.

 "Aduh, berat sekali!!"" keluhnya.
Dia kemudian melihat ke arah gurunya. Sang Guru tersenyum dan berkata,"Sabaaaarrr, ya!"
"Guru sih tenang2 saja karena keranjang nya ringan. Pasti isinya seperempat nya dari punya saya," keluhnya lagi.

"Kamu tahu dari mana?" tanya sang guru.
"Buktinya Pa Guru tenang-tenang aja," kata si murid.

 Tiba-tiba sang guru mengambil sesuatu dari dalam keranjangnya dan memberikannya kepada si murid. Begitu si murid membuka tangannya, tampaklah sebongkah batu!

 Pesan Moralnya Orang yang bekerja paling sedikit biasanya mengeluh paling banyak.

1 Kisah Pengantin yang Meninggal Saat Sujud

Seorang ulama di Arab Saudi, Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad, menorehkan kisah inspiratif tentang salat. Sujud terakhir seorang pengantin mampu membuat jutaan orang tersentuh.

Kisah ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir, Arab Saudi.Video sang ustaz saat berceramah dan menceritakan kisah ini sempat diupload di Islamic Tube dan menjadi hit di Arab Saudi dan negara-negara Islam lainya. Banyak blogger juga merilis kisah ini dan banyak yang memberikan aspirasi kagum setelah membacanya.

Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad bercerita tentang ketaqwaan seorang anak perempuan yang dalam kondisi apapun, dia tetap memilih melaksanakan shalat tepat waktu, meski dia harus menentang kemauan ibunya.

 Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad bertutur… “…Setelah melaksanakan shalat Maghrib pengantin wanita ini berhias, dia menggunakan gaun pengantin putih yang indah, dia betul-betul telah mempersiapkan dirinya untuk pesta pernikahannya. Tiba-tiba dia mendengar azan Isya sudah menggema, dia sadar kalau wudhunya telah batal. Dia berkata kepada ibunya, “Bu, aku mau berwudhu dan shalat Isya dulu.”

Ibunya sangat terkejut, “Apa kamu sudah gila? Tamu sudah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”

Ibunya menambahkan, “Aku ini ibumu, sekarang Ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, Ibu akan marah kepadamu!”

Lalu anaknya menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga aku shalat, ibu. Ibu harus tahu bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah!”

Lalu ibunya menimpali, ” Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang dirimu ketika kamu tampil nanti dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up? Kamu pasti tidak lagi terlihat cantik di mata mereka! Mereka akan mengolok-olok dirimu !”

Anak perempuannya itu berkata dengan tersenyum, “Apakah Ibu takut karena aku tidak terlihat cantik di mata makhluk (manusia)? Bagaimana dengan Penciptaku (Allah)? Yang aku takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, aku tidak akan tampak cantik di mata Allah.”

Lalu, pengantin ini berwudhu, maka seluruh make-upnya terbasuh tanpa tersisa. Namun, dia tidak merasa bermasalah dengan apa yang dia lakukan.

Kemudian pengantin ini memulai shalatnya. Pada saat dia bersujud dalam shalatnya, ternyata itulah sujudnya yang terakhir. Pengantin wanita ini telah meninggal dalam sujudnya dan itu adalah akhir yang indah. Wafat dengan keadaan bersujud di hadapan Pencipta-Nya.

Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang Muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya!
Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama, tutup Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad.

Friday, August 7, 2015

0 Apa Sifat Posesif Itu Adalah Sebuah Bukti Cinta Dalam Berpacaran?

Agan - agan sekalian sebelumnya tahu donk apa itu sifat posesif, klo belum tahu artinya nih ane kasih tahu. Sifat posesif itu adalah keinginan untuk memiliki dan takut kehilangan yang berlebihan.

Sifat posesif adalah sikap yang sering muncul dalam sebuah hubungan asmara. Sikap posesif merupakan kumpulan dari rasa tidak aman, tidak percaya diri, kesepian, ketergantungan, dan takut kehilangan. Sikap ini dapat berupa tindakan pasif seperti perasaan tidak senang dan kesal sampai berupa tindakan agresif seperti tidak mengontrol diri dan menyerang pasangan.

  1. Sering menaruh rasa curiga terhadap kegiatan pasangan agan.
  2. Ingin mengetahui apa saja yang pasangan agan lakukan ketika agan tidak bersamanya.
  3. Merasa tidak senang ketika pasangan agan berbicara berdua dengan lawan jenisnya.
  4. Selalu cemas ketika pasangan agan tidak membalas telepon, bbm, whats up, line, we chat, kakaotalk, sms dari agan.
  5. Mengatur dengan siapa pasangan agan boleh bergaul atau kemana ia bepergian.
  6. Merasa tidak bisa hidup tanpa dirinya.
  7. Menghabiskan sebagian besar waktu agan untuk pasangan agan.

Ada beberapa orang yang menganggap sikap posesif adalah bukti cinta karena mereka merasa sikap posesif identik dengan setia dan perhatian. Biasanya orang - orang yang beranggapan seperti ini baru mengalami tahap awal dari sebuah hubungan. Namun, apa yang sebenarnya mereka rasakan dan lihat hanyalah kulit luarnya saja. Posesif itu ibarat bungkus yang cantik dari sebuah kado yang sebenarnya berisi bom waktu. Bom waktu itu adalah kecemburuan, keinginan untuk mengatur, menguasai, dan ketidakpercayaan. Banyak pasangan yang tidak memperhatikan hal ini, sehingga mereka harus menjalani hubungan yang berlandaskan rasa takut, curiga dan cemburu.

Agan semua sudah mengetahui bahwa sikap posesif adalah hal yang salah. Jika agan memiliki sikap ini maka saatnya untuk mengubah diri demi kebaikan hubungan agan dan pasangan agan.
Disini akan ane berikan sebagian kecil contohnya agar agan tidak disebut sebagai pasangan posesif, yakni :

1. Hormati batasan personal pasangan agan

Setiap orang memiliki apa yang disebut privasi, meskipun orang tersebut adalah pasangan agan. Hilangkan kebiasaan mengecek telepon genggamnya atau menguping pembicaraan teleponnya, karena perbuatan - perbuatan seperti itu adalah pelanggaran besar terhadap privasi seseorang. Dengan itu, agan tidak menunjukkan rasa cinta melainkan rasa cemas dan takut. agan harus percaya padanya dan menghargai segala privasinya.

2. Berikan pasangan agan kebebasan

Berhentilah mengendalikan dan mengatur dengan siapa ia boleh bergaul dan kegiatan apa yang boleh ia lakukan. Mengontrolnya tidak akan menolong hubungan agan sama sekali karena manusia memiliki naluri untuk memberontak ketika hak mereka untuk bebas direnggut. Memiliki dirinya disamping agan bukan berarti memiliki hidupnya juga. Biarkanlah dirinya melakukan kegiatannya sendiri tanpa terus menerus bertanya namun tentu saja agan dan pasangan agan harus bertanggung jawab terhadap kebebasan masing - masing.

3. Jangan membeli kasih sayang

Jika agan memberikan sesuatu kepada pasangan agan, berikanlah secara tulus. Bukan karena agan ingin menukarnya dengan perhatian darinya atau berharap ia semakin mencintai agan lewat hadiah yang agan berikan. Jangan menganggap dengan memberikan sesuatu, pasangan agan berhutang pada agan. Cinta adalah sesuatu yang tak ternilai dan tidak memiliki label harga.

4. Bergaulah dengan orang lain

Jika agan bersikap posesif karena agan kesepian atau takut diabaikan, mulai sekarang tingkatkan kepercayaan diri agan dan bergaullah dengan orang lain. Sediakan waktu untuk hang out dan bersenang - senang dengan rekan kerja atau teman sekolah agan. Itu akan membantu agan menghilangkan pikiran - pikiran negatif dan rasa cemas yang berlebihan. Kenyataannya adalah dunia bukan milik kalian berdua saja.

5. Jangan mengabaikan ambisi dan kepentingan di luar hubungan agan

Seimbangkan waktu antara menghabiskan waktu dengan pasangan dan mengejar impian. Agan tentu memiliki kewajiban - kewajiban yang harus dikerjakan diluar asmara seperti bekerja. Selain merusak hubungan, terlalu sibuk dengan pasangan dan gagal menyelesaikan kewajiban akan menghancurkan hidup serta mimpi agan juga.

6. Biasakan hidup mandiri

Agan tidak bisa terus menerus mengandalkan orang lain karena pasangan agan juga memiliki kepentingan pribadi yang harus ia pikirkan. Lakukan apa yang bisa agan lakukan sendiri. Belajarlah untuk hidup tanpa dirinya karena manusia pada akhirnya akan berpisah satu sama lain.

Friday, November 9, 2012

0 Wanita Alami Keputihan, Apa Penyebabnya?


Wanita Alami Keputihan, Apa Penyebabnya?
Keputihan dibedakan menjadi dua macam, yaitu Keputihan Fisiologis (KF) dan Keputihan Patologis (KP) yang disebabkan oleh penyakit/patogen
.
Keputihan Fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada setiap wanita dan ini merupakan tanda bahwa alat genital sehat dan mampu membersihkan dirinya sendiri. Cairan yang keluar berupa lendir berwarna putih dengan pH sekitar 4,0. Cairan ini merupakan campuran lendir dari leher rahim (komponen utama), cairan encer dari endometrium dan tuba falopi, cairan kental dari kelenjar Bartholin dan Skene, transudat dari sel epitel vagina, sel epitel vagina yang lepas, dan produk metabolit mikroflora vagina.
KF umumnya terjadi pada;

  1. Bayi yang baru lahir hingga berumur sekitar 10 hari, keputihan ini disebabkan oleh pengaruh hormon estrogen dari plasenta terhadap rahim dan vagina janin,
  2. Wanita yang akan mengalami menstruasi pertama kali karena alat genital mulai mendapat pengaruh hormon estrogen, dan
  3. Pada saat melakukan hubungan seksual.
  4. Waktu di sekitar ovulasi, yakni cairan yang keluar dari kelenjar-kelenjar pada leher rahim menjadi lebih encer,
  5. Keputihan yang berasal dari kelenjar-kelenjar pada leher rahim juga bertambah pada wanita dengan penyakit menahun, dengan neurosis dan pada wanita dengan kelainan anatomis pada leher rahim.
  6. Selama kehamilan, ini terjadi karena peningkatan aliran darah ke alat genital karena peningkatan hormon estrogen.

Sedangkan Keputihan Patologis adalah keputihan yang disebabkan oleh suatu penyakit, terpenting di antaranya adalah infeksi. Infeksi ini bisa berasal dari vagina, vulva, leher rahim, rahim maupun adneksa. Keputihan Patologis mengandung lebih banyak limfosit, berwarna agak kekuningan hingga hijau, lebih kental dan berbau. Gejala lainnya tergantung kuman penyebab. Tumor pada alat genital, jinak maupun ganas, juga dapat menyebabkan terjadinya keputihan ini.

Infeksi Penyebab
Beberapa jenis infeksi yang menyebabkan keputihan antara lain Bacterial Vaginosis, Vulvovaginal Candidiasis, Trichomoniasis, Atrophic Vaginitis, Infeksi Chlamydia dan Gonorrhea.

  • Bacterial Vaginosis (BV) adalah penyebab tersering Keputihan Patologis (40%-50% kasus infeksi vagina), tetapi sering tanpa gejala. Penyebabnya adalah perubahan keseimbangan flora normal vagina atau peningkatan pH vagina. Sembilan puluh persen flora normal vagina adalah bakteri dari genus Lactobacillus. Penurunan jumlah flora normal menyebabkan ledakan pertumbuhan bakteri lain seperti Gardnerella Vaginalis, Mycoplasma Hominis, Bacteroides Species dan Mobiluncus Species.

Berganti-ganti pasangan seksual, merokok, penggunaan IUD dan sering menyemprot vagina dengan air mempermudah terjadinya BV. Gejala yang timbul berupa keputihan seperti susu yang tidak lengket, berwarna putih keabu-abuan, banyak, dan setelah ditetesi larutan KOH menjadi berbau amis. Dengan pemeriksaan mikroskopis preparat basah akan tampak “Clue cell” yaitu sel epitel vagina yang dikelilingi bakteri. Pada wanita yang tidak hamil, BV meningkatkan risiko penyakit radang panggul, infeksi postoperatif dan penyebaran HIV.

  • Vulvovaginal Candidiasis (VC) disebabkan oleh jamur Candida Species, 80%-90% oleh Candida Albicans dan 15% oleh Candida Glabrata. Angka kejadiannya sekitar 20%-25% dari kasus infeksi vagina. Agar dapat bertahan hidup, Candida Species memerlukan jaringan yang mengandung estrogen. Karenanya, VC sering terjadi setelah menarche dan jarang terjadi pada wanita menopause. Pil kontrasepsi dosis tinggi, IUD dengan spermisida, kencing manis, penggunaan antibiotik, kehamilan, penyakit yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan penggunaan celana yang terlalu ketat, dan pemakaian pembalut yang kurang sehat dan jarang diganti dapat mempermudah terjadinya VC.

Gejala yang dirasakan berupa gatal, rasa seperti terbakar dan kemerahan pada vulva dan vagina, kadang disertai nyeri saat kencing. Cairan tidak berbau, pH<4,7 dan sangat tebal hingga menyerupai gumpalan susu. Dari pemeriksaan mikroskopis dengan preparat basah maupun dengan pewarnaan KOH dapat ditemukan pseudohifa atau anyaman miselium.

  •  Trichomoniasis (Tm) disebabkan oleh Trichomonas Vaginalis. Angka kejadiannya sekitar 15%-20% dari kasus infeksi vagina, 50% penderita tanpa gejala. Sisanya, timbul gejala berupa keputihan yang berwarna kekuningan hingga kehijauan, berbusa, berbau “apek”, nyeri saat melakukan hubungan seksual, iritasi vulvovaginal, dan kadang-kadang disertai nyeri saat kencing. Dari pemeriksaan mikroskopis dengan preparat basah dapat ditemukan trikomonas dengan cara bergerak yang khas. Tm dapat menyebabkan infeksi pada vulva-vagina, infeksi uretra, infeksi saluran reproduksi bagian atas, gangguan perkembangan janin (lahir prematur, bayi berat badan lahir rendah), dan mempermudah penularan HIV.
  • Atrophic Vaginitis (AV) merupakan penyebab tersering iritasi vagina pada wanita di masa klimakterium (6 tahun sebelum berhenti menstruasi hingga 6 tahun sesudah berhenti menstruasi). Pada masa ini terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan peningkatan hormon gonadotropin yang mengakibatkan sel epitel vagina mengalami atropi. Kejadian ini mempermudah terjadinya infeksi sekunder pada vagina.

Keluhan yang dirasakan berupa keluar cairan jernih hingga kekuningan dari vagina, kadang berwarna seperti darah. Keluhan lain berupa sering kencing, tiba-tiba timbul rasa ingin kencing hingga terasa nyeri dan tidak mampu menahan kencing; dan mengompol saat terjadi peningkatan tekanan perut, seperti saat batuk dan saat tertawa terbahak-bahak. Dari pemeriksaan mikroskopis dengan preparat basah atau papanicolaou smear akan tampak sel basal dan sel parabasal imatur, menggantikan sel epitel vagina.

  • Chlamydia Trachomatis (CT) merupakan bakteri obligat intraseluler, bakteri ini hanya bisa tumbuh di dalam sel inang yang masih hidup. Bakteri ini hanya menyerang sel epitel kolumnar pada endoserviks, uretra, endometrium, tuba falopi dan rektum. Sekitar 70% wanita yang terinfeksi CT tanpa gejala, sehingga sulit untuk menegakkan diagnosa infeksi ini.

Bagi penderita yang bergejala, keluhannya berupa keluar cairan berwarna kuning hingga kehijauan atau hanya berupa bercak-bercak berwarna kuning hingga kehijauan atau perdarahan setelah melakukan hubungan seksual, peradangan akut pada uretra, nyeri saat kencing dengan frekuensi dan urgensi yang minimal. Hasil kultur urin negatif karena bakteri ini hanya bisa tumbuh di dalam sel inang yang masih hidup. Sekitar 30% dari infeksi serviks akibat CT yang tidak diobati akan berkembang menjadi penyakit radang panggul.

  • Gonorrhea (Gh) disebabkan oleh bakteri diplokokus Gram negatif, Neisseria Gonorrhoeae. Seperti CT, bakteri ini hanya menyerang sel epitel kolumnar. Wanita yang terinfeksi sebagian besar tanpa gejala dan bila infeksi ini menimbulkan keluhan, keluhan yang muncul hampir sama dengan infeksi CT. Bedanya, kuman ini juga menginfeksi faring pada 10% kasus. Dengan pewarnaan Gram dari cairan serviks, kuman akan tampak. Sekitar 15% dari infeksi serviks akibat Neisseria Gonorrhoeae yang tidak diobati akan berkembang menjadi penyakit radang panggul.

Jika Anda wanita, jangan panik dulu, karena bisa saja “si putih” di dalam celana itu akibat keputihan Anda. 

Mengapa itu bisa terjadi ?
Keputihan dalam bahasa kedokteran disebut leukorrhea, fluor albus, vaginal discharge atau white discharge. Leukorrhea adalah cairan kental berwarna putih yang dikeluarkan dari alat genital wanita. Cairan ini dihasilkan oleh peradangan atau pelebaran pembuluh darah pada mukosa alat genital. Bila leukorrhea berwarna kekuningan, berbau dan disertai gejala lain seperti gatal, rasa seperti terbakar, nyeri saat kencing, jangan pernah menganggap itu normal. Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

Namun jika keputihan seperti yang telah dijabarkan di atas masih dalam batas wajar, anda dapat mulai menjaga daerah “V” anda mulai dari sekarang. gunakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun, hindari penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat dan pada saat haid gunakan pembalut yang tidak menggunakan pemutih (zat Dioksin) gunakanlah pembalut dari bahan kapas alami. jagalah selalu kebersihan terutama di saat haid, karena bakteri sangat rentan untuk hidup saat kita sedang haid.

Tuesday, November 6, 2012

0 ENDOMETRIOSIS

ENDOMETRIOSIS

NYERI TIAP HAID? JANGAN DISEPELEKAN, MUNGKIN ANDA MENDERITA ENDOMETRIOSIS

Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim. Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut. Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim. Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan rongga dada. Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.

Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia diatas 30 tahun dan kulit putih.

Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut:
  1. Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur)
    Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut.
  2. Teori sistem kekebalan
    Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim.
  3. Teori genetik Keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis.

Setiap bulan ovarium menghasilkan hormon yang merangsang sel-sel pada lapisan rahim untuk membengkak dan menebal (sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan). Endometriosis juga memberikan respon yang sama terhadap sinyal ini, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas selama menstruasi. Kadang terjadi perdarahan ringan tetapi akan segera membaik dan kembali dirangsang pada siklus menstruasi berikutnya.

Proses yang berlangsung terus menerus ini menyebabkan pembentukan jaringan parut dan perlengketan di dalam tuba dan ovarium, serta di sekitar fimbrie tuba. Perlengketan ini bisa menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopii terganggu atau tidak terlaksana. Selain itu, perlengketan juga bisa menyebabkan terhalangnya perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju ke rahim.
  • Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada: Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis
  • Siklus menstuasi 27 hari atau kurang
  • Menarke (menstruasi yang pertama) terjadi lebih awal
  • Menstruasi berlangsung selama 7 hari atau lebih
  • Orgasme ketika menstruasi.
GEJALA
  • Endometriosis bisa menyebabkan: Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
  • Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
  • Kemandulan
  • Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).

Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih. Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba. Namun kadang tidak ditemukan gejala sama sekali.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang vagina atau di daerah ovarium.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
  • Laparoskopi
  • Biopsi endometrium
  • USG rahim
  • Barium enema
  • CT Scan atau MRI perut.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit. Obat-obatan yang dapat menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium adalah pil KB kombinasi, progestin, danazole dan agonis GnRH.

Agonis GnRH adalah zat yang pada mulanya merangsang pelepasan hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisa, tetapis elelah diberikan lebih dari beberapa minggu akan menekan pelepasan gonadotropin.

Pada endometriosis sedang atau berat mungkin perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat sebanyak mungkin, yang seringkali dilakukan pada prosedur laparoskopi.
Pembedahan biasanya dilakukan pada kasus berikut:
  • bercak jaringan endometrium memiliki garis tengah yang lebih besar dari 3,8-5 cm
  • perlengketan yang berarti di perut bagian bawah atau panggul
  • jaringan endometrium menyumbat salah satu atau kedua tuba
  • jaringan endometrium menyebabkan nyeri perut atau panggul yang sangat hebat, yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan.

Untuk membuang jaringan endometrium kadang digunakan elektrokauter atau sinar laser. Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara, karena endometriosis sering berulang.

Ovarektomi (pengangkatan ovarium) dan histerektomi (pengangkatan rahim) hanya dilakukan jika nyeri perut atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi.
Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Terapi bisa dimulai segera setelah pembedahan atau jika jaringan endometrium yang tersisa masih banyak, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan.

Pilihan pengobatan untuk endometriosis:
  1. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium
  2. Penggunaan pembalut yang tepat pada saat menstruasi dapat mengurangi rasa sakit yang terjadi dan dapat menghambat pertumbuhan jaringan parut.
  3. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis
  4. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan
  5. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba falopii dan ovarium.

Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati endometriosis
Obat Efek samping

Pil KB kombinasi estrogen-progestin Pembengkakan perut, nyeri payudara, peningkatan nafsu makan, pembengkakan pergelangan kaki, mual, perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, trombosis vena dalam Progestin Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, perubahan suasana hati, depresi, vaginitis atrofika .

Danazole Penambahan berat badan, suara lebih berat, pertumbuhan rambut, hot flashes, vagina kering, pembengkakan pergelangan kaki, kram otot, perdarahan diantara 2 siklus, payudara mengecil, perubahan suasana hati, kelainan fungsi hati, sindroma terowongan karpal
Agonis GnRH Hot flashes, vagina kering, pengeroposan tulang, perubahan suasana hati.

Saturday, November 3, 2012

0 KANKER SERVIKS

KANKER SERVIKS

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.




Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

HPV


Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Akibat Virus HPV


PENYEBAB DAN GEJALA KANKER SERVIKS


Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai “The Silent Killer”.


Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.


Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.

Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.

Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.

Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

DETEKSI KANKER SERVIKS

Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:

  • IVA
    IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
  • PAP SMEAR
    Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
  • THIN PREP
    Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
  • KOLPOSKOPI
    Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi - pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh - dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

MENGOBATI KANKER SERVIKS

Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).

Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.

Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

MENCEGAH KANKER SERVIKS

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  1. Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  2. Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  3. Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  4. Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  5. Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  6. Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  7. Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  8. Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  9. Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
  10. Gunakanlah pembalut yang terbuat dari bahan alami dan bebas pemutih.

HIDUP SEHAT TANPA KANKER SERVIKS

Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ganti pembalut anda dengan pembalut dari bahan alami dan perbaiki pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.
 

Nuansa Pagi Menjemput Rizki Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates